KABEL YANG PUTUS

Gelap menggenangi tiap jengkal

Ruang

Kabut menyeret bulan. udara

Menyalakan percik asing

Di kamar aku memugar hati

Dan waktu. Lilin meredup

 

“Ibu, dekap aku ke tubuhmu

Tiupi ubun-ubunku dengan doamu”

 

Gerimis menderas. dingin menusuk tulang

Angin mengencang, merobohkan pepohonan

Ke jalan

Di kamar aku menarik selimut

Merangsek. nafasku memburu

 

“Ibu, hatiku menggigil rindu

Lipat aku di ketiakmu”

 

Sepi mengedap ke dinding petang

Kabut menutupi malam. langit memucat

Biru

Hujan membius. pintu-pintu di kunci rapat

Dan di luar semuanya melenyap

Di rumah orang-orang bertamu

Ke kehidupannya sendiri-sendiri

 

 

 

18 Desember 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: