5 Cerita Untuk “Malam”

Hari Fitri Si “Sebatang Kara”
Ia hanya berdiam seorang diri di gubug persawahan kampungnya sejak gaung takbir mulai ramai dikumandangkan. Tak kemana-mana. Tak juga untuk Sholat Ied. Ia sedang tak menginginkan apa-apa. Bahkan untuk diam sekalipun.
Sebelum petang menjemput, setelah mendengar lagu kerinduan dari suara aliran tenang air irigasi, akhirnya ia mau memaafkan matahari, bintang, bulan, angin, air, tanah, api, gunung, bising, petang, fajar, sunyi dan rindu dengan segala keterdiaman mereka selama ini.
Ia beranjak.
Ia malu dengan Ied dan Fitrahnya.

Kisah Cinta Sejati
Di akhir episode, lelaki itu menjual seluruh pahalanya yang telah ia kumpulkan dengan susah payah sejak ia akil baligh. Ia jajakan semuanya di bis kota, demi dapatkan cinta pelacur murahan di emper pertokoan.

Dunia Di Akhir Usia
Tepat ketika bumi dan langit semakin menjauh, surga dan neraka pun semakin merapat.

Perseteruan Abadi
Beberapa helai rambut putih di kepalanyalah yang akhirnya menyadarkannya: bahwa ternyata selama ini ia tak pernah bersahabat dengan waktu. Ia merasa, bukan ia yang telah membuang waktu seperti kata orang-orang sekitarnya. Tapi, waktu lah yang telah membuangnya. Mencampakkan dirinya begitu saja di tengah jalan raya.
Di akhir keputusasaannya, ia kibarkan bendera putih di hadapan sang waktu. Sesaat, ia tertawa; ia terbahak. Barangkali itulah satu-satunya prestasi paling membanggakan dalam hidupnya.

Bubarnya Pasangan Kumpul Kebo Pertama Di Dunia
Si Lelaki akhirnya sadar dan berkata pada kekasihnya, “barangkali surga memang tak selalu berada di kedalaman kelaminmu!”

7 Balasan ke 5 Cerita Untuk “Malam”

  1. masmpep mengatakan:

    kisah nyata nih mas?

  2. muhamadmuiz mengatakan:

    Hehehe…..
    Terserah pembaca saja mau menafsirkan bagaimana, Mas.

  3. irfanantono mengatakan:

    hehehheheee, good story broo, sip sip, jempol telu nggo ente..

  4. fadhilatul muharram mengatakan:

    selamat tahun baru hijriah 1431 H

    btw, mau ngajak utk ikutan tasyakuran blog dila di http://dhila13.wordpress.com/2009/12/17/tasbih-bukan-kontes-biasa-sticky/ dalam rangka tahun baru hijriah dan milad dila di bulan muharram yang beruntung nanti akan dapat sebuah novel sebagai bingkisan.. dateng yaa…🙂

  5. muhamadmuiz mengatakan:

    @Fadhil: tempatnya di mana?

  6. muhamadmuiz mengatakan:

    @ Kang Irfan: Jempol lima nggo sampeyan kyeh. Gelem?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: