Ekonomi dan Politik adalah Satu Permasalahan

PEMILU sudah dilaksanakan. Sekarang kita harus kembali memikirkan pembangunan ekonomi yang terhambat selama masa pemilu. Ekonomi adalah salah satu permasalahan bangsa yang sejak dulu belum juga berhasil diselesaikan.

Sejak bangsa ini dihantam badai krisis ekonomi pada medio 1997, sampai kini perekonomian kita belum juga mencapai titik yang diidealkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Dari mulai ketimpangan pendapatan di lapisan bawah, rupiah yang dari waktu ke waktu semakin turun nilainya sampai kerentanan dunia moneter kita yang dihantam badai krisis global.

Permasalahannya, niat untuk membangun perekonomian ke arah yang lebih baik selalu terbentur oleh kemauan politik (political will) yang tak sejalan. Karena itu, setelah kita berhasil melaksanakan pemilihan umum yang telah menentukan siapa pemimpin baru kita,diharapkan akan muncul suasana baru dalam tubuh pemerintahan kita.

Bagaimanapun juga, pembangunan ekonomi tidak terlepas dari kondisi politik (pemerintah) yang mendukung. Untuk membangun perekonomian bangsa ke depan, setidaknya ada beberapa langkah yang mesti dicatat dan menjadi agenda para pemimpin kita. Kemudian harus sesegera mungkin dilaksanakan. Pertama,transparansi dana kampanye secara mendetail dari para parpol maupun individu dari para calon harus segera dipublikasikan.

Terutama dana kampanye yang berasal dari sumbangan pihak swasta seperti para pengusaha mengingat seringnya beberapa kebijakan diciptakan hanya untuk kepentingan mereka para pemegang modal. Sering pula hal itu dengan meminggirkan kepentingan masyarakat bawah.

Kedua,kesuksesan ekonomi tidak diperoleh dengan mudah. Mesti memiliki program jangka panjang. Keberkelanjutan dan konsistensi pelaksanaan sangat dibutuhkan agar target pembangunan seutuhnya terlaksana. Oleh karena itu, harus pula didukung dengan program kerja yang menyeluruh dan konkret, bukan sekadar retorika belaka.

Hal ini erat kaitannya dengan partisipasi seluruh lapisan masyarakat. Bisa berupa kontrol aktif dari masyarakat. Janji-janji untuk memperjuangkan ekonomi yang berpijak dari, oleh, dan untuk rakyat(ekonomi kerakyatan) harus segera mendapat perhatian lebih. Ketiga, beberapa kali diamendemennya UUD 1945 berakibat pada semakin terkikisnya posisi presiden sebagai kepala pemerintahan.

Akibatnya, program-program kerakyatan yang akan dijalankan sering tersendat oleh benturan-benturan politis yang terjadi di lingkungan parlemen. Oleh karena itu, harus segera ditegaskan bahwa presiden, para menteri, dan anggota parlemen diharuskan bukan dari golongan mereka yang masih menjabat di partai politik tertentu.(*)

Dimuat di harian SINDO edisi Senin, 20 April 2009

5 Balasan ke Ekonomi dan Politik adalah Satu Permasalahan

  1. Abdul Syair mengatakan:

    Tapi syarat untuk menjadi Presiden Harus di Dukung Oleh Minimal 25% Hasil Pemilu Caleg dari Parpol. Tidak mungkin parpol mendukung orang yang bukan dari Parpolnya.

    Uraian Harapan di atas bagai menggantang asap atau menulis di atas air….

  2. muhamadmuiz mengatakan:

    Bukan seperti itu maksudku.
    maksudku (yang lebih) adalah, sudah saatnya para pemimpin kita tidak mempunyai identitas ganda: pemimpin partai dan pemimpin pemerintahan. cuma sebatas itu. bukankah ini sesuai dengan apa yang menjadi analisis apara Marxian? bagaimanapun, sebenarnya, pemerintah memang memikirkan nasib rakyatnya, namun terkadang tersendat dengan berbagai pertimbangan pilitis-pragmatis yang ngejelimet.

  3. kangmasjuqi mengatakan:

    entah apa yg diperjuangkan para dewan di gedung rakyat. trkadang saya bingung.

    bilangnya demi rakyat, tapi demi gengsi partainya, semuanya tiba2 berubah. atau demi gengsi partainya, merasa partai besar, gak ridho jika gak mengusulkan capres.

    program2 kerakyatan yg dibuat oleh pemerintah kan kemudian diajukan ke parlemen. jika parlemen tidak cukup “mendukung” karena alasan bhwa si eksekutif merupakan lawan politiknya, misalnya, maka tentu akan mnghambat proses pembangunan, dan jelas bahwa ini bukan lagi praktek mmperjuangkan kpentingan rakyat. namun praktek politik keji..

    ~it’s just imho

  4. masmpep mengatakan:

    sip. sudah nongol di sindo. kapan bisa masup kompas?

  5. muhamadmuiz mengatakan:

    Thanks… Wah… kalo Kompas mah belum berani, Mas. Masih sadar sama kemampuan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: