Salam Valentine…!!!

valentine01a1

Mereka berkata, “hati-hati. Jangan sembarangan, itu budaya barat yang hanya dijadikan kedok imperialisasi dan kolonialisasi ala gendon, penjajahan gaya sekarang. Bukankah kita semua sepakat bahwa bentuk penjajahan masa kini memang melalui dari berbagai jalan, dan lewat jalur budayalah semua bakal menemukan tempatnya supaya bisa lebih mengakar dan bertahan lama!!!”

Mereka bilang, “jangan macam-macam. Jangan terlena dengan semua yang mereka sodorkan. Sudah jelas itu hanya salah satu dari agenda para “kafir” yang hanya ingin menyeret kita ke golongan mereka. Kau jangan ikut-ikutan. Ajaran kita melarang keras hal itu. Bahkan junjungan kitapun sudah jauh-jauh hari mengingatkan!!!”

Mereka berkata, “jangan mudah terpengaruh budaya asing, semua hanyalah alat mereka untuk semakin menggerus budaya nusantara warisan nenek moyang kita yang seringkali berdalih dengan kedok globalisasi!!!”

Aku berkata, “ok, khusus buat kalian yang berdalih pada kepercayaan, (akidah), lihat dulu sejarah dengan cerdas!!! bukankah ketika Valentine itu terjadi, di belahan bumi lain Junjungan kita sedang mereayakan kemenangan. tepat dengan kejadian Fathul Makkah–apakah memang hal itu ada sangkut pautnya dengan keyakinan?

Kita sepakat, agama manapun, termasuk agama “kita”, tidaklah mempunyai sifat kaku yang tidak mau menerima ajaran kebaikan: kasih dan cinta, dari pihak manapun datangnya

undzur ma qala wa la tandzur man qala“.

Bukankah kita sepakat bahwa, agama diturunkan semata-mata hanyalah untuk kesejahteraan semesta itu sendiri, termasuk di dalamnya manusia.

Peradaban. Hmmm…. suatu tema yang memang agak tak kalah rawan untuk diperbincangkan. Aku yakin, seberapapun kerasnya sebuah peradaban diterjang arus yang begitu dahsyat, semua itu bukanlah soal manakala peradaban kita sendiri sudah mempunyai “identitas” yang kuat. Dan tentunya dibarengi dengan integritas dan komitmen seluruh elemen yang terkandung di dalamnya.

Sekarang, bukankah peradaban kita, peradaban nusantara, memiliki “identitas” sendiri yang kuat. tak akan goyah entah dengan serangan macam apapun. Tinggal bagaimana sang “Subjek”nya bersikap.

Akh… yang jelas, Aku adalah ANAK KANDUNG, sekaligus PEWARIS SAH dari peradaban dunia!!!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: