Kepakkan Elang (potongan dari kisah yang jauh lebih panjang)

26 Januari 2011

1

“Dalam beberapa hal, kejujuran selalu lebih menyakitkan dibandingkan dengan kebohongan. Bahkan jika itu adalah kebohongan terbesar dalam sejarah umat manusia sekalipun”

 

Seorang teman di kampus saat aku masih mahasiswa baru dulu berkata demikian kepadaku. Tiba-tiba saja ia mengatakannya. Tak ada awal dan tak ada akhir. Namun kata-kata yang diucapkan sambil lalu itu tetap tak bisa kumengerti sepenuhnya. Sampai kini. Bahkan jika kubahas dengan seribu lembar kertas koran sekalipun.

Setidaknya kuanggap kalimat itu sebagai penghibur diri setiap kali aku sengaja berbohong.

 

Namun aku selalu disergap rasa gugup setiap akan mengatakan sesuatu. Karena dunia yang kutinggali begitu penuh dengan tuntutan-tuntutan yang aneh. Kalimat yang kusemburkan Baca entri selengkapnya »


KABEL YANG PUTUS

26 Januari 2011

Gelap menggenangi tiap jengkal

Ruang

Kabut menyeret bulan. udara

Menyalakan percik asing

Di kamar aku memugar hati

Dan waktu. Lilin meredup

 

“Ibu, dekap aku ke tubuhmu

Tiupi ubun-ubunku dengan doamu”

 

Gerimis menderas. dingin menusuk tulang

Angin mengencang, merobohkan pepohonan

Ke jalan

Di kamar Baca entri selengkapnya »


Desember (Belajar)

12 Desember 2010

Pada suatu senja tengah Desember

Aku berdiri di pintu asrama

Ketika toa menyerukan persembahan

Dan serombongan manusia lacur

Menggelar tikar di trotoar

Diantara mesin-mesin dan museum

Lalu semuanya kulihat sebagai

Penghianatan yang sopan

Seperti Kardinah dengan nanah-nanah yang kental

Kuusap nanah-nanah dan kehampaanku

Dengan lembar-lembar buku Baca entri selengkapnya »


Tiga Catatan TentangMU (Belajar)

12 Desember 2010

DI DASAR HATIKU

Bibirmu adalah keranjang yang mengemban

Semua perjalananku

Merias baju yang kubawa dari seberang

Permukaan tempat mengendapkan erangan dan

Tangis kebahagiaa

Seperti rangkaian Melati di ranjang pengantin dan

Keranda mayat

 

Di dasar hatiku masih terlihat cakarmu

Membekaskan koreng dan nanah

Waskita yang dikabarkan ribuan gagak Baca entri selengkapnya »


Flamboyan (Belajar)

12 Desember 2010

Jalan yang lengang

Asrama-asrama yang berderet padat

Sepeda yang dikayuh

Ke persimpangan. Aku seperti tak pernah sampai

Ke ujung Flamboyan

 

Lalu aku bergeming

Aku tertegun

Mengeja baris-baris waktu

Yang dipusari benang-benang angin

Di depan Zicozes itu Baca entri selengkapnya »


Menggambar (Kampanye Anti Ngganyami-ngganyamian)

12 Desember 2010

Waktu menunjukan pukul 20.00 Waktu Indonesia bagian Galau. Dari tadi baca koran bolak-nalik nggak ada yang “ngeh”. Beritanya itu-itu melulu. Bikin jenuh semua organ tubuh. Gak ada yang bisa bikin imajinasi melayang, ngeplaaaaayyyyyy…..

 

Baringan aja di kasur sambil baca-baca sajaknya Nirwan Dewanto.

 

Si Haikal masuk sambil nenteng se-pack Crayon di tangan. Haikal itu sepupuku umur 6 tahun, tapi masih TK. Padahal aku aja dulu masuk SD pas umur belum genep segitu.

 

Waduh bahaya. Martil di tangan anak kecil, semua tampak kaya paku. Kalau Crayon? ya sama aja! Baca entri selengkapnya »


Menyembah Waktu

1 September 2010

Di malam hening, sepertiga malam awal Ramadhan, Ia terdiam sendiri di sajadah alas Tarawihnya. Tak sepatah Dzikirpun melantun dari bibirnya.

Hatinya berkecamuk.

Berteriak, “Tuhan, aku lalai.”

Ia merasa terlalu menyucikan Ramadhan melebihi batas.  Menyembah waktu. Asing denganNya. Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.