Jalan yang lengang
Asrama-asrama yang berderet padat
Sepeda yang dikayuh
Ke persimpangan. Aku seperti tak pernah sampai
Ke ujung Flamboyan
Lalu aku bergeming
Aku tertegun
Mengeja baris-baris waktu
Yang dipusari benang-benang angin
Di depan Zicozes itu
Pada serat-serat daun Mangga
Kugurat lesung pipimu
Yang hijau namun telah matang
Lalu kucatat sebuah nama
Tentang lakon roman
Yang tak sempat kuperankan
Angin menderik dan kodok-kodok
Tak bisa bernyanyi
Tanpa pertichor. Ujung jalan melengang
Dan udara yang kering
Terasa mengekang
Seperti ada yang terselimuti
Di balik jilbab putihmu
Yang lebar. Angin berpijar
Dari pipimu yang padat dan lesung
Aroma melati
Menyembul dari nafasmu
Ringkihmu berpusar di awan
Bahumu menyandar altar
Yang menyebar bau kematian
Juga kegembiraan
Aku seperti tak pernah sampai
Ke ujung Flamboyan
Kediri, Desember 2009

















