Di malam hening, sepertiga malam awal Ramadhan, Ia terdiam sendiri di sajadah alas Tarawihnya. Tak sepatah Dzikirpun melantun dari bibirnya.
Hatinya berkecamuk.
Berteriak, “Tuhan, aku lalai.”
Ia merasa terlalu menyucikan Ramadhan melebihi batas. Menyembah waktu. Asing denganNya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis oleh muhamadmuiz 
















