Saya menilai, temanku yang satu ini memang selektif sekali dalam beberapa hal. Semua harus dinilai dari segi manfaat dan faidah yang terkandung dalam aspek yang disentuh.
Malam itu kami berdua menonton TV. Remote control dia pegang. Berkali-kali pencat-pencet tombol ganti-ganti saluran. Berkali-kali itu pula beragam komentar muncul dari mulutnya. Ada acara TV yang katanya punya program berkelas dan begitu mendidik. Acara-acara seperti itulah yang menurutnya sangat dibutuhkan oleh bangsa ini.
Sampai pada saat TV beralih ke saluran salah satu stasiun swasta tanah air yang kerap menayangkan film anak-anak dan acara musik dangdut, dia berkomentar bahwa terlalu banyak acara TV yang tidak bermutu sering bermunculan. Dia heran, bangsa sedemikian besar kok ya masih ada saja program-program tak bermutu muncul disiarkan televisi-televisi tanah air. Kalau seperti ini terus, kapan bangsa ini maju?
“acara gak bermutu kok masih saja disiarin di TV..!” katanya.
Komentar seperti ini memang sering bermunculan dari teman-teman saya. Ketika kutanya dari segi apa dulu mereka menilai sebuah acara itu tak berkualitas, sebagian besar dari mereka umumnya tak bisa menjawab lebih lanjut dan argumen mereka hanya berputar-putar saja pada alasan “Kurang mendidik”. Tentu aku tak harus membentaknya sambil berkata: “terlalu normatif!” Baca entri selengkapnya »
Ditulis oleh muhamadmuiz 
















