Cita-Cita Seorang Milanisti Sejati Waktu Kecil; Seorang Sastrawan yang Gagal

29 Maret 2010

Kalau mau blak-blakan, jujur-jujuran dengan melihat fakta secara riil, menjadi Milanisti adalah hal paling besar dalam hidupku. Mau yang lebih dahsyat lagi: AC Milan adalah agama kedua dalam hidupku. Lebih dari separuh hidup ini kulakoni sebagai Milanisti. Apapun yang menimpa klub asal kota mode Milano-Italia itu, pastilah aku rasakan juga.

Saat Milan menang, hati dan jiwa ini serasa damai. Kepuasan batin bermain dengan sangat indah., meski di saat yang sama perut ini kosong tak terisi makanan apapun.. Saat Milan kalah, seisi dunia seakan ingin kuamuk, kuobrak-abrik. Meski tak pernah kunampakan secara fisik.

Perkenalanku dengan dunia sepakbola dimulai saat perhelatan Piala Dunia 1998 silam. Saat itu aku masih duduk di kelas 3 sekolah dasar. Itulah perkenalanku sesungguhnya dengan sepak bola. Paolo Maldini dan Alesandro Nesta adalah pemain yang sangat aku kagumi. Duet mereka dalam menjaga pos bek tengah I Nerrazuri sangat mengagumkanku: seorang Muiz kecil. Sangkin ngefennya, aku sampai rela ribut Baca entri selengkapnya »


Gangguan Pencernaan Otak

27 Maret 2010

Sudah dua pekan ini aku terserang penyakit Gangguan Pencernaan Otak (GPO). Terhitung semenjak kepulanganku dari Pare-Kediri, akhir Maret kemarin. Lima bulan penuh aku (Oktober-Maret) di sana guna memperbaiki Bahasa Inggrisku—yang konon adalah bahasa nomor satu di dunia Selama lima bulan itu waktuku hanya kuhabiskan untuk mempelajari Bahasa Inggris. Bukan yang lain. aku terbawa arus, meski pada awalnya sudah mewanti-wanti diri untuk tidak meninggalkan apa-apa yang harus terus kupelajari. pada awalnya memang berjalan, tapi selanjutnya…..

Itulah yang menjadi masalah. Dalam kurun waktu itu aku benar-benar tak menjamah buku, koran ataupun siaran berita Ekonomi, Sosial, Budaya, Politik, Sastra ataupun lainnya. Kalau bukan Grammar dan latihan mengerjakan soal-soal TOEFL, paling-paling menghafal “vocabulary”. Kalaupun membaca majalah ataupun buku berbahasa Inggris, itupun hanya untuk membiasakan bahasa Inggrisku saja. Bisa dikata, otak ini benar-benar menganggur tidak digunakan untuk menganalisa selain daripada itu. Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.