Budaya Instan

28 Maret 2009

mie-nenKehidupan anak kosan memang senang-senang susah. Senang karena suasana kosan yang serba bebas jauh dari segala aturan seperti halnya kehidupan di rumah. Begitu pas dengan jiwa anak muda yang selalu ingin hidup bebas. Susahnya karena segala sesuatu harus dihadapi sendiri. Hidup independen tanpa menyadarkan kemanjaan pada orang tua sebagaimana sifat alamiah seorang anak. Semua problem hidup harus bisa dihadapi sendiri. Dan yang paling menyusahkan adalah kalau pas lagi sakit. Bayangkan, disaat badan sedang tak enak untuk melakukan apapun, keadaan masih menuntut untuk mengerjakan semuanya sendiri. Masih untung bagi yang punya pacar, bisa menyandarkan diri pada kasih sayang yang deberikan sang pacar.

Dalam pada itu, satu hal yang selalu dikaitkan erat dengan mereka para anak kos-kosan. Yaitu tentang urusan Baca entri selengkapnya »


Pahlawan Negeri Balapulang

27 Maret 2009

superman_011Negeri Balapulang dikenal sebagai negeri yang pembangunan industrialisasinya belum segencar yang dilakukan di negeri-negeri yang lain. Tanah-tanah persawahan masih terhampar di sana-sini. Suasana pedesaan yang begitu asri di tambah mayoritas penduduknya yang bermatapencaharian sebagai petani membuat negeri ini dikenal sebagai negeri agraris dimana penduduknya bisa memenuhi seluruh kebutuhan pangan hanya dengan produksi dalam negeri pada setiap tahunnya. Tidak pernah sekalipun dalam sejarahnya, negeri ini mengkspor bahan makanan dari negeri-negeri tetangga.

Kehidupan penduduknya dalam berkeluarga nyaris tidak pernah mendapat kesulitan yang berarti. Rupanya, keharmonisan di lingkungan keluarga menjadi kunci keberhasilan model pertanian keluarga dari dulu hingga kini. Tanah pertanian digarap dengan sistem tradisional di mana pengelolaan tahap-tahap bertani dari mulai pengadaan benih sampai pendistribusiannya disandarkan pada SDM-SDM dari keluarga sendiri. Setiap anggota keluarga diberi tugas sesuai kemampuan masing-masing. Dan kaum perempuan memegang peranan yang sangat vital dalam menjaga keberlangsungan produksi pertanian yang bercorak pada model keluarga tersebut.

Dari mulai ikut memilih dan menabur benih, proses penyiangan, hingga penyediaan konsumsi bagi petani lainnya perempuan selalu memegang peranannya dengan cukup baik. Dan yang tak kalah pentingnya adalah kaum perempuan merupakan modal utama dalam menjaga regenerasi keturunan dan juga mendidik para anak-anak yang disiapkan untuk menjadi petani pada periode selanjutnya.

Namun suatu ketika tiba-tiba seluruh penduduk di negeri Balapulang dibuat pusing dengan semakin berkurangnya produktivitas petani perempuan. Baca entri selengkapnya »


DARI GERAKAN MENUJU KEMANDIRIAN

17 Maret 2009

Dari Nur Ahmad Satria

Lebih baik di bom atom, ketimbang hidup kurang dari 100% merdeka

(Jenderal Soedirman)

Lebih baik Indonesia tenggelam ke dasar laut dari pada dijajah..

(Bung Hatta)

merah-putihku2Krisis ekonomi dunia termasuk Indonesia, merupakan dampak dari krisis sistem perekonomian dunia. Setelah runtuhnya Rusia sebagai barometer perekonomian sosialis di satu sisi dan gagalnya sistem ekonomi kapitalis pada sisi lain. Sistem kapitalis lebih mementingkan capital dan pemiliknya daripada tenaga kerja. Produktivitas capital lebih dihargai (cost of capital) dibanding produktivitas manusia. Hal ini sangat rentan terhadap konflik kelas, akibat penindasan terhadap tenaga kerja oleh para pemilik capital.

Negara-negara kapitalis selalu menciptakan perebutan pengaruh dan kekuasaan untuk mempertahankan dan mengembangkan capital mereka . Liberalisasi maupun globalisasi sering diidentikkan dengan penanaman nilai-nilai keseluruh dunia . Tujuan ideal dari system ekonomi kapitalis sebenarnya tidak berbeda dengan system ekonomi sosialis, yaitu “keadilan” dan “kemakmuran”. Perbedaan terjadi hanya pada cara pencapaiannya. Menurut system ekonomi sosialis, setiap warga negaranya berhak mendapatkan jatah keperluan pokok , kesehatan, pekerjaan, dan semua pendapatan diterima oleh Negara, untuk digunakan bagi kepentingan seluruh masyarakat (warga Negara). Dilain pihak menurut sistem kapitalis, keadilan dan kemakmuran sempurna akan tercapai apabila struktur pasar dalam keadaan persaingan sempurna (perfect competition), artinya masing-masing pelaku ekonomi (economic agents) mempunyai kekutan ekonomi yang sama sehingga tidak ada satu kekuatanpun yang lebih kuat dapat mengeksploitasi yang lain. Namun di lain pihak masing-masin pelaku ekonomi berperilaku secara rasional , yaitu selalu ingin memaksimir sesuatu (more better). Setiap firm berusaha mencapai skala ekonomi (economic scale) yang tertinggi, perusahaan tersebut ingin menjadi perusahaan yang dominan (dominan firm). Antara lain melalui penguasaan input tertentu, penguasaan teknologi yang unggul, mengupayakan hak paten, dan lain-lain, sehingga perusahaan tersebut dapat mencapai posisi monopoli. Dengan posisi tersebut perusahaan tersebut bisa menjadi penentu harga (price leader). Perilaku semacam itulah yang menyebabkan struktur pasar persaingan sempurna tidak akan pernah tercapai. Baca entri selengkapnya »


Mempertanyakan kebijakan publik

9 Maret 2009

Kurang lebih enam puluh tahun sudah republik ini bebas dari penindasan dan cengkeraman tangan-tangan penjajah. Setelah kita melewati masa-masa itu, setidaknya banyak peluang bagi kita untuk memikirkan dan melakukan perbaikan serta pembenahan dari setiap kekurangan dan kelemahan di segala sektor yang (mungkin) banyak menjadi masalah cukup krusial bagi republik ini (Indonesia).

Indonesia termasuk kategori negara yang mempunyai lautan dan daratan luas, disamping sumber daya alam yang melimpah. “…orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat, kayu dan batu jadi tanaman”, demikian sepenggal lirik lagu Koes Plus. Namun sayang, pada kenyataannya tidak sepeti apa yang kita bayangkan. Potret kemiskinan: anak putus sekolah, pengangguran, kebodohan, penindasan dan penyakit (baca: busung lapar) serta “pesta” KKN, adalah gambaran buram sekaligus problem akut yang tak kunjung usai yang terus mendera bangsa yang kita cintai ini. Sehingga, kalau kita gambarkan bahwa negara ini ibarat sebuah rumah tua yang mengalami kerusakan fatal atau seperti benang yang kusut dan sangat ruwet.

Fenomena semacam itu menjadi problem yang sangat berat dan perlu ditangani secara intensif, serta butuh keseriusan dan partisipasi semua pihak, terutama dari pemerintah. Pertanyaannya, apakah kondisi seperti ini (kemiskinan, anak putus sekolah, dan masalah sejenisnya) sebagai sebuah “takdir” atau memang dikarenakan belum adanya kebijakan (pemerintah) yang benar-benar berpihak terhadap kaum lemah (?). Baca entri selengkapnya »


Kesenjangan Sosial Pesantren Dengan Budaya Lokal

3 Maret 2009

Suatu keadaan yang bukan saja khayalan, jika pesantren dapat bersenggama dengan budaya lokal. Biar bagaimanapun, pesantren ada karena masyarakat sekitar yang pastinya punya budaya yang telah tumbuh-kembang bersama mereka. Adanya pesantren bukanlah untuk memporakporandakan budaya yang telah melekat pada diri mereka, akantetapi untuk menjaga dan menjaga budaya yang telah ada.

Sangat ironis sekali bila antitesalah yang terjadi. Pesantren yang lahir dari rahim budaya lokal seharusnya bisa mengawininya, malah menjaga jarak, mencurigainya bahkan menolaknya dengan keras. Entah karena alasan apa, fakta membuktikan tidak sedikit pesantren yang melarang keras santrinya untuk melihat pentas budaya apalagi memelajarinya. Memang acara-acara tertentu dalam tradisi pesantren, acapkali d\iselingi hiburan-hiburan yang merupakan kreasi dari santri, akan tetapi kreasi yang ditampilkan hanyalah kabaret yang berbeda jauh dengan model drama khas masyarakat lokal. Terkadang juga dipentaskan seni musik, akan tetapi tidak beda jauh dengan kreasi drama yang disebut di atas. Seni musik yang dipentaskan tidaklah mewakili aspirasi masyarakat sekitar. Musik yang biasanya dipentaskan yaitu jenis musik gambus, japin dan sejenianya. Pokoknya yang berbau arab. Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.