Dari Nur Ahmad Satria
“ Lebih baik di bom atom, ketimbang hidup kurang dari 100% merdeka”
(Jenderal Soedirman)
“ Lebih baik Indonesia tenggelam ke dasar laut dari pada dijajah..”
(Bung Hatta)
Krisis ekonomi dunia termasuk Indonesia, merupakan dampak dari krisis sistem perekonomian dunia. Setelah runtuhnya Rusia sebagai barometer perekonomian sosialis di satu sisi dan gagalnya sistem ekonomi kapitalis pada sisi lain. Sistem kapitalis lebih mementingkan capital dan pemiliknya daripada tenaga kerja. Produktivitas capital lebih dihargai (cost of capital) dibanding produktivitas manusia. Hal ini sangat rentan terhadap konflik kelas, akibat penindasan terhadap tenaga kerja oleh para pemilik capital.
Negara-negara kapitalis selalu menciptakan perebutan pengaruh dan kekuasaan untuk mempertahankan dan mengembangkan capital mereka . Liberalisasi maupun globalisasi sering diidentikkan dengan penanaman nilai-nilai keseluruh dunia . Tujuan ideal dari system ekonomi kapitalis sebenarnya tidak berbeda dengan system ekonomi sosialis, yaitu “keadilan” dan “kemakmuran”. Perbedaan terjadi hanya pada cara pencapaiannya. Menurut system ekonomi sosialis, setiap warga negaranya berhak mendapatkan jatah keperluan pokok , kesehatan, pekerjaan, dan semua pendapatan diterima oleh Negara, untuk digunakan bagi kepentingan seluruh masyarakat (warga Negara). Dilain pihak menurut sistem kapitalis, keadilan dan kemakmuran sempurna akan tercapai apabila struktur pasar dalam keadaan persaingan sempurna (perfect competition), artinya masing-masing pelaku ekonomi (economic agents) mempunyai kekutan ekonomi yang sama sehingga tidak ada satu kekuatanpun yang lebih kuat dapat mengeksploitasi yang lain. Namun di lain pihak masing-masin pelaku ekonomi berperilaku secara rasional , yaitu selalu ingin memaksimir sesuatu (more better). Setiap firm berusaha mencapai skala ekonomi (economic scale) yang tertinggi, perusahaan tersebut ingin menjadi perusahaan yang dominan (dominan firm). Antara lain melalui penguasaan input tertentu, penguasaan teknologi yang unggul, mengupayakan hak paten, dan lain-lain, sehingga perusahaan tersebut dapat mencapai posisi monopoli. Dengan posisi tersebut perusahaan tersebut bisa menjadi penentu harga (price leader). Perilaku semacam itulah yang menyebabkan struktur pasar persaingan sempurna tidak akan pernah tercapai. Baca entri selengkapnya »