Embun Pagi

29 Januari 2009

1034lAdalah Raja Zhao yang memerintah sebuah kerajaan di abad ketiga,
mengirim putranya pangeran Chao Chan yang telah beranjak dewasa ke
sebuah kuil dimana seorang guru besar Pan Ku berada. Chao Chan akan
dididik menjadi seorang pemimpin agar kelak siap menggantikan
ayahnya sebagai raja.

Sehari setelah tiba di kuil, Chao Chan merasa aneh karena Pan Ku
justru mengajak Chao Chan masuk kedalam hutan lalu meninggalkannya
seorang diri di sebuah rumah yang telah disediakan baginya ditengah
hutan itu. “Tinggallah disini dan belajarlah pada alam, satu bulan
lagi aku akan datang menjemputmu” demikian kata Pan Ku.

Satu bulan kemudian Baca entri selengkapnya »


Kekuatan Kata-kata

26 Januari 2009

Mark Twain mengungkapkannya dengan sangat indah ketika mengatakan “Udara sangat dingin, sehingga jika termometer ini lebih panjang satu inci saja, kita pasti akan mati membeku”

Kita memang akan mati beku dalam kata2. Yang menjadi persoalan bukanlah suhu dingin yang ada diluar, tetapi termometer. Yang menjadi persoalan bukanlah realitas, Baca entri selengkapnya »


Kenangan

26 Januari 2009

photo-muiz15

Masih, aku masih di sini

Mencoba memaknai suasana malam

Menapaki sebatang rindu yang mungkin bisa kusemai ke semak belukar rasa

fajar masih mengganas. Menerkam siapa saja yang tak bersinar

Ketika aku mencoba memasuki dunia-mu

Namun kau terlalu angkuh tuk awan

Dalam batas dosa yang Baca entri selengkapnya »


AYAH…

26 Januari 2009

Kepada:
seluruh insan yang menjadi ayah,

Penatnya kehidupan
Kotornya permainan
Kerasnya pengharapan
apapun yang ayah lakukan,
jangan lupa ada kmi yang mencintaimu. tengoklah kami
senakal apapun kami
kami adalah anakmu yang bangga padamu.
Benar dari dirimu adalah anugerah
Salah di dirimu bukanlah apa
karena kami tahu kenapa kau slah
itu tidak selalu salahmu )
Kami salah kalo berpaling darimu.
jangan tanyakan padaku salah menurut siapa, benar menurut siapa
aku tidak mngerti.
Sekalipun tahu, itu definisi kami(anak)
kami hanya anak yang belajar, bukan?

Yang Aku tahu aku hanya orang yang merugi jika selama hidupmu akau
tidak berbakti padamu dan ibu.

JIka kalian bukan ayah, bolehkah aku memanggilmu ayah?

Ttd. Aku


Apa(kah)

26 Januari 2009

Dalam duka kutertawa, semuanya jadi alasan

apapun yang kulakukan, jangan kau tatap mataku

jangan debat kataku, jangan jegal langkahku

jangan sebut namaku

jangan kau tanya tentang hidupku,

tentang Cintaku,

tentang…..

akh… apapun sesukamu!!!

DIAM!!!

simpan saja energimu, untuk Cintamu sendiri

tak usah kau bikin sia alurmu Baca entri selengkapnya »


[Maryamah Karpov] Hok Lo Pan dan Lanun Lekat dalam Ingatan

25 Januari 2009

muiz5

[Maryamah Karpov]

Hok Lo Pan dan Lanun Lekat dalam Ingatan

dari seorang teman milist Anwar

Maryamah Karpov merupakan novel terakhir yang saya baca di pengujung 2008 dan sensasinya masih terasa ketika memasuki awal 2009. Salah satu hal paling mengesankan ialah saya mendapat kosakata baru: hok lo pan dan lanun.

Apa hok lo pan itu? Itu ialah kosakata lokal yang hanya akrab di telinga penduduk kepulauan Bangka-Belitung (Babel). Begitu mendapati kata itu, saya langsung cari ke rujukan, antara lain Kamus Alan-Schmidgall, Tesaurus Eko Endarmoko, dan KBBI, hasilnya nihil. Saya bertahan untuk berusaha memahami kata eksotik itu dari dalam novel cantik itu sendiri. Tapi ternyata saya masih sulit membayangkan seperti apa kue yang bisa bikin perut orang keroncongan dari uap asapnya saja. Akhirnya saya menyerah dan minta saran Baca entri selengkapnya »


Dari Pojok Kamar Untuk Palestina

25 Januari 2009

Niru Mas Pry ah…

copy-2-of-858lTahukah kamu, Sayang, kalau saat kami tuliskan surat ini, kami masih menangis sampai sekarang? Sejak perdebatan kita di malam berhujan peluru dan mesiu itu, langit di kepala kami seakan runtuh dan tanah yang kami pijak serasa retak-retak. Kita memang patut tak bahagia sekarang. Kita layak terluka.

Kami masih menangis bukan karena kita berbeda, berselisih paham lalu berpisah seperti sekarang. Kami menangis dan masih hendak menangis justru karena kita gagal menyadari makna keberbedaan itu sendiri.

Bahwa kita begitu berbeda sejak awal, kami sadari itu merupakan sebuah keniscayaan. Tapi yang kami maksud berbeda di sini bukan karena kami kiri dan kau kanan; bukan sekedar kami lelaki dan kau perempuan, dan juga bukan karena kami fantasi dan kaulah kenyataan.

Kita berbeda dan bahkan saling berlainan karena kau adalah Baca entri selengkapnya »


Erangan Seorang Mahasiswa Urban

22 Januari 2009

copy-2-of-861lOleh: Muhamad Muiz L*

Pada Sabtu (10/01/09) kemarin saya diajak seorang teman menghadiri acara diskusi Simphony Kebangsaan yang dilaksanakan di kediaman Bapak Marsinggih di Slawi. Beliau sendiri adalah penggagas berdirinya kelompok studi yang berhaluan kebangsaan dan nasionalis tersebut.

Pada acara tersebut kurang lebih dihadiri sekitar 30-an peserta. Diantaranya adalah Rektor Universitas Pancasakti (UPS) Tegal Prof. Tri Jaka dan sejumlah tokoh-tokoh nasionalis dan kebangsaan Tegal (kota/kabupaten), diantaranya juga dari Pemalang, Brebes dan Pekalongan. Peserta lainnya adalah kalangan para mahasiswa Tegal (UPS dan STAIBN) yang jumlahnya hanya beberapa saja.

Menarik dicermati di sini bahwa gairah dibeberapa kelompok diskusi yang ada di Tegal adalah mereka para Baca entri selengkapnya »


Mengharap Sikap Tegas Dan Cerdas Pemerintah

18 Januari 2009

Sejarah telah mencatat peranan negara yang sangat nyata dalam melayani struktur ideologi dominan. Dan kini, peranan tersebut kembali ditunjukkan kepada kita melalui proyek privatisasi kampus ( kapitalisasi) yang dikemas dengan istilah BHP. Dalam kasus ini jelas negara, melalui instrumentariumnya yaitu Parlemen ( DPR ) secara gradual melegitimasi perampasan hak secara legal dari pihak asing.

UU Badan Hukum Pendidikan (BHP) yang diakui didasari pada pemikiran perlunya otonomi pada perguruan tinggi adalah fakta ketidakmampuan pemerintah atau lebih tepatnya cuci tangan pemerintah terhadap dunia pendidikan dan upaya melepaskan tanggung jawabnya (pemerintah) untuk menyisihkan 20% dari APBN bagi dunia pendidikan sesuai amanat konstitusi. Dan diakui sendiri oleh Satrio Soemantri Brodjonegoro (Dirjen Depdiknas), sebagai kelanjutan dari Baca entri selengkapnya »


Uji Kecerdasan Intuisi

18 Januari 2009

Mending tidak komentar daripada komentar tapi tidak dikomentari.
(tidak komentar)
(komentar tidak)

mending gak punya apa-apa daripada punya apa-apa tapi kenapa-kenapa
(gak bener)
(gak salah)

dunia ada dalam lingkaran yang melingkar untuk kemudian kita gunakan lingkaran yang kita punya untuk melingkari lingkaran dunia
(melingkar lingkaran)
(lingkaran melingkar)

mana yang lebih dulu antara kaitan “keterkaitan dan berkaitan” dan “dahulu yang mendahului”
(kaitan mendahulu)
(dahulu berkaitan)

Dilarang melarang suatu larangan yang oleh larangan itu kita dilarang melarang larangan-larangan yang membuat larangan.
(dilarang melarang)
(melarang dilarang)

aja pada stresss ya….

Di inspirasi oleh iklan Sampoerna Mild
Ttd. Aku


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.