Adalah Raja Zhao yang memerintah sebuah kerajaan di abad ketiga,
mengirim putranya pangeran Chao Chan yang telah beranjak dewasa ke
sebuah kuil dimana seorang guru besar Pan Ku berada. Chao Chan akan
dididik menjadi seorang pemimpin agar kelak siap menggantikan
ayahnya sebagai raja.
Sehari setelah tiba di kuil, Chao Chan merasa aneh karena Pan Ku
justru mengajak Chao Chan masuk kedalam hutan lalu meninggalkannya
seorang diri di sebuah rumah yang telah disediakan baginya ditengah
hutan itu. “Tinggallah disini dan belajarlah pada alam, satu bulan
lagi aku akan datang menjemputmu” demikian kata Pan Ku.
Satu bulan kemudian Baca entri selengkapnya »
Ditulis oleh muhamadmuiz 

Tahukah kamu, Sayang, kalau saat kami tuliskan surat ini, kami masih menangis sampai sekarang? Sejak perdebatan kita di malam berhujan peluru dan mesiu itu, langit di kepala kami seakan runtuh dan tanah yang kami pijak serasa retak-retak. Kita memang patut tak bahagia sekarang. Kita layak terluka.
Oleh: Muhamad Muiz L*
















